Tutorial Akurat Memilih Jinjing Gaming: Nggak Harus Mahal Kok!

 


Berharap membeli sebuah notebook gaming melainkan bingung manakah notebook yang tepat dan cocok dengan budget yang dimiliki? Di bawah ini terdapat beberapa nilai yang diadaptasi dari Jalan Tikus yang perlu kau amati sebelum membeli sebuah laptop untuk memanjakan kau yang hobi bermain game. Yang dipikiran orang-orang selama ini merupakan laptop gaming yakni sebuah komputer jinjing yang memiliki spesifikasi tinggi dengan desain yang menarik perhatian. Dengan spesifikasi tinggi inilah yang membikin harganya tidak murah dibandingkan dengan notebook atau ultrabook biasa.

Prosesor
Prosesor adalah otak dari sebuah komputer jinjing. Kian tinggi sebauh prosesor, tentu daya kerja dari komputer jinjing gaming tersebut akan semakin baik. Notebook gaming ketika ini biasanya telah dilengkapi dengan prosesor tinggi, baik itu Intel ataupun AMD. Apabila kamu yakni salah satu pemain game berat dengan durasi panjang, lebik baik kamu memilih sebuah komputer jinjing dengan prosesor Intel, sebab prosesor ini rupanya lebih hemat tenaga dan tidak kencang panas.

Pada laptop gaming dengan prosesor Intel, pastikan kau memilih komputer jinjing dengan prosesor berlabel MQ atau HQ (figur: i7-6700HQ). Jangan memaksa prosesor berlabel U untuk dipakai bermain game, sebab prosesor berlabel U umumnya digunakan untuk hal-hal ringan saja. Minimal prosesor Intel yang dibutuhkan dari komputer jinjing gaming adalah Intel Core i5, yang disarankan ialah Intel Core i7. Meski untuk prosesor AMD, pilihlah seri A10 atau FX Series. Kualitas lain yang perlu dipandang merupakan kecepatan prosesor (GHz), kian tinggi angka GHz, karenanya akan kian cepat prosesor laptop hal yang demikian.

VGA
VGA ialah graphic card yang yakni salah satu komponen khususnya dalam memilih sebuah notebook gaming bermutu. Meski VGA benar-benar memberi pengaruh tampilan dan kualitas game yang kita mainkan. Minimal VGA yang dibutuhkan dalam komputer jinjing gaming adalah Nvidia GeForce GT840 dan Nvidia FTX Series sepeerti GTX950, GTX960, GTX970, atau GTX980. Walaupun untuk VGA AMD, kamu bisa mencoba seri R7 230 ke atas atau R9 Series.

RAM
RAM juga menjadi salah satu komponen penting dalam memilih komputer jinjing gaming. Pastikan kamu membeli komputer jinjing gaming yang memiliki RAM di atas 4 GB. Beberapa juga dapat memilih komputer jinjing gaming yang menyediakan slot RAM tambahan yang sangat berguna jika kau berharap upgrade RAM. Game-game berat ketika ini seperti GTA V, Mad Max, dan Watch Dog memerlukan paling tidak RAM 8 GB supaya dapat berjalan dengan bagus.

Media Penyimpanan
Ada dua media penyimpanan pada sebuah komputer jinjing, yakni SSD dan HDD. Pada komputer jinjing gaming, lebih bagus kamu memilih notebook yang memiliki HDD minimal 1 TB. Pasalnya game ketika ini sangat memakan banyak storage ketika diinstal.

Energi komputer jinjing gaming terupdate ketika ini menyediakan slot untuk menambah HDD supaya penyimpanannya dapat ditambah, hal ini juga bisa menjadi pertimbangan kamu dalam memilih komputer jinjing gaming.

Baterai
Sebab tahan baterai pada notebook gaming sering menjadi problem bagi banyak pengguna. notebook gaming bermutu mengaplikasikan spesifikasi tinggi dan kinerja yang cukup berat. Lebih bagus kamu membeli laptop dengna baterai yang gampang dilepas, agar gampang menggantinya saat baterai telah rusak.

Baca Artikel Terkait Tentang https://laptopgamingmurah.id

Tutorial Akurat Memilih Jinjing Gaming: Nggak Seharusnya Mahal Kok!

 


Berharap membeli sebuah notebook gaming tapi bingung manakah komputer jinjing yang tepat dan pantas dengan budget yang dimiliki? Di bawah ini terdapat beberapa poin yang disadur dari Jalan Tikus yang perlu kau observasi sebelum membeli sebuah notebook untuk memanjakan kamu yang hobi bermain game. Yang dipikiran orang-orang selama ini ialah komputer jinjing gaming yaitu sebuah notebook yang mempunyai spesifikasi tinggi dengan desain yang menarik perhatian. Dengan spesifikasi tinggi inilah yang membuat harganya tidak murah diperbandingkan dengan komputer jinjing atau ultrabook awam.

Prosesor
Prosesor yakni otak dari sebuah laptop. Kian tinggi sebauh prosesor, tentu kinerja dari laptop gaming tersebut akan kian baik. Jinjing gaming ketika ini umumnya telah dilengkapi dengan prosesor tinggi, bagus itu Intel ataupun AMD. Jika kamu ialah salah satu pemain game berat dengan durasi panjang, lebik baik kamu memilih sebuah komputer jinjing dengan prosesor Intel, sebab prosesor ini terbukti lebih hemat tenaga dan tidak kencang panas.

Pada komputer jinjing gaming dengan prosesor Intel, pastikan kamu memilih komputer jinjing dengan prosesor berlabel MQ atau HQ (model: i7-6700HQ). Jangan memaksa prosesor berlabel U untuk dipakai bermain game, karena prosesor berlabel U umumnya diaplikasikan untuk hal-hal ringan saja. Minimal prosesor Intel yang dibutuhkan dari notebook gaming yakni Intel Core i5, yang dianjurkan adalah Intel Core i7. Sedangkan untuk prosesor AMD, pilihlah seri A10 atau FX Series. Mutu lain yang perlu dilihat ialah kecepatan prosesor (GHz), kian tinggi angka GHz, maka akan kian pesat prosesor laptop tersebut.

VGA
VGA adalah graphic card yang adalah salah satu komponen khususnya dalam memilih sebuah laptop gaming bermutu. Sedangkan VGA sangat mempengaruhi tampilan dan kwalitas game yang kita mainkan. Minimal VGA yang dibutuhkan dalam notebook gaming yaitu Nvidia GeForce GT840 dan Nvidia FTX Series sepeerti GTX950, GTX960, GTX970, atau GTX980. Meskipun untuk VGA AMD, kamu dapat mencoba seri R7 230 ke atas atau R9 Series.

RAM
RAM juga menjadi salah satu komponen penting dalam memilih laptop gaming. Pastikan kau membeli notebook gaming yang mempunyai RAM di atas 4 GB. Sebagian juga dapat memilih laptop gaming yang menyediakan slot RAM tambahan yang betul-betul bermanfaat apabila kamu ingin upgrade RAM. Game-game berat saat ini seperti GTA V, Mad Max, dan Watch Dog membutuhkan paling tak RAM 8 GB agar bisa berjalan dengan bagus.

Media Penyimpanan
Ada dua media penyimpanan pada sebuah komputer jinjing, merupakan SSD dan HDD. Pada laptop gaming, lebih baik kau memilih notebook yang mempunyai HDD minimal 1 TB. Pasalnya game saat ini amat memakan banyak storage saat diinstal.

Kekuatan komputer jinjing gaming terbaru saat ini menyediakan slot untuk menambah HDD agar penyimpanannya bisa ditambah, hal ini juga bisa menjadi pertimbangan kamu dalam memilih laptop gaming.

Baterai
Karena bendung baterai pada komputer jinjing gaming sering kali menjadi masalah bagi banyak pengguna. laptop gaming berkwalitas memakai spesifikasi tinggi dan kinerja yang cukup berat. Lebih bagus kau membeli komputer jinjing dengna baterai yang mudah dilepas, supaya mudah menggantinya saat baterai telah rusak.

Baca Artikel Terkait Tentang laptopgamingmurah.id

Mengenal alat alat Lab Mikrobiologi beserta Fungsinya

 


Sebalum kita berprofesi atau melaksanakan praktikum di lab mikrobiologi ada bagusnya kita terlebihdahulu mengetahui alat alat Laboratorium Mikrobiologi beserta fungsinya. sebagai seorang analis betul-betul penting mengenal peralatan apa saja yang akan kita butuhkan ketika berprofesi atau praktik di dalam Lab. Misalakan dikala kita sedang malakukan analisa (dengan merujuk pada suatu metode tertentu) karenanya kita seharusnya mengenali alat apa saja yang kita perlukan supaya dikala melaksanakan analitik kita tidak terhenti ditengah jalan karena alat yang kita butuhkan tidak ada, apabila sudah terjadi hal seperti itu kan benar-benar disayangkan sekali waktu dan tenaga kita terbuang percuma.

Equipment

1.Ose / Jarum Inokulum (inoculating loop)

jarum inokulum berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru. Jarum inokulum umumnya terbuat dari kawat nichrome atau platinum sehingga dapat berpijar apabila terkena panas. Bentuk ujung jarum bisa berbentuk lingkaran (loop) dan disebut ose atau inoculating loop/transfer loop, dan yang berbentuk lurus disebut inoculating needle/Transfer needle. Inoculating loop cocok untuk mengerjakan streak di permukaan agar, walaupun inoculating needle sesuai digunakan untuk inokulasi secara tusukan pada agar tegak (stab inoculating.

2.Mikropipet (Micropippete) dan Tip

Mikropipet merupakan alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, umumnya kurang dari 1000 μl. Banyak alternatif kapasitas dalam mikropipet, umpamanya mikropipet yang bisa dikuasai volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1μl hingga 20 μl, atau mikropipet yang tidak dapat dikuasai volumenya, hanya tersedia satu alternatif volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 μl. dalam pengaplikasiannya, mukropipet memerlukan tip.

3.Tabung respon (Reaction Tube / Test Tube)

Di dalam mikrobiologi, tabung tanggapan digunakan untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba.Tabung respon dapat diisi media padat ataupun cair. Tutup tabung tanggapan dapat berupa kapas, tutup metal, tutup plastik atau aluminium foil. Media padat yang dimasukkan ke tabung tanggapan dapat dikontrol menjadi 2 wujud berdasarkan fungsinya, ialah media supaya tegak (deep tube supaya) dan agar miring (slants agar). Untuk membikin agar miring, perlu diamati tentang kemiringan media ialah luas permukaan yang kontak dengan udara tak terlalu sempit atau tak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut tabung sebab memperbesar resiko kontaminasi. Untuk alas an efisiensi, media yang ditambahkan berkisar 10-12 ml tiap tabung.

4.Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask)

Berfungsi untuk menampung larutan, bahan atau cairan yang. Labu Erlenmeyer bisa diaplikasikan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media, menampung akuades, kultivasi mikroba dalam budaya cair, dan lain-lain. Terdapat beberapa alternatif menurut volume cairan yang bisa ditampungnya yakni 25 ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml, 300 ml, 500 ml, 1000 ml, dll.

5.Beaker Glass

Beaker glass merupakan alat yang mempunyai banyak fungsi. Di dalam mikrobiologi, bisa diterapkan untuk preparasi media media, menampung akuades dan lain-lain.

6.Gelas ukur (Graduated Cylinder)

Bermanfaat untuk mengukur volume suatu cairan, seperti labu erlenmeyer, gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya.

7.Cawan Petri (Petri Dish)

Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Medium dapat dituang ke cawan komponen bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Cawan petri tersedia dalam berbagai tipe ukuran, diameter cawan yang awam berdiameter 15 cm dapat menampung media sebanyak 15-20 ml, padahal cawan berdiameter 9 cm kaprah-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml.

8.Batang L (L Rod)

Batang L bermanfaat untuk menyebarkan cairan di permukaan mediaagar agar kuman yang tersuspensidalam cairan tersebut tersebar merata. Alat ini juga disebut spreader.

9.Tabung Durham (Durham Tube)

Tabung durham yaitu tabung yang mempunyai bentuk yang sama dengan tabung respons tetapi mempunyai ukuran yang lebih kecil dibanding tabung tanggapan. Berfungsi untuk menampung hasil fermentasi mikroorganisme berupa gas. Dalam penerapannya, maka tabung durham itu ditempatkan terbalik di dalam tabung reaksi yang lebih besar dan tabung ini kemudian diisi dengan medium cair. Setelah seluruhnya disterilkan dan medium telah dingin, karenanya dapat dilaksanakan inokulasi. Bila bakteri yang ditumbuhkan dalam media hal yang demikian memang menciptakan gas, maka gas akan kelihatan sebagai gelembung pada dasar tabung durham.

10.Termometer (thermometer)

Termometer yaitu batang kaca yang panjangnya 300 mm, diameter 6-7 mm berisi air raksa dan gas, serta dilengkapi dengan skala derajat Celcius. Berfungsi untuk mengevaluasi temperatur suatu larutan atau ruang inkubator. Prinsip kerjanya adalah mengukur suhu layak laju air raksa di dalam thermometer.

Apparatus

1.Pembakar Bunsen (Bunsen Burner)

Salah satu alat yang berfungsi untuk menjadikan situasi yang steril adalah pembakar bunsen. Api yang menyala dapat membuat aliran udara sebab oksigen dikonsumsi dari bawah dan diharapkan kontaminan turut terbakar dalam pola aliran udara hal yang demikian. Untuk sterilisasi jarum ose atau yang lain, bagian api yang paling pantas untuk memijarkannya adalah komponen api yang berwarna biru (paling panas). Perubahan bunsen dapat memakai bahan bakar gas atau metanol.

2.Hot plate stirrer dan Stirre bar

Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini bisa dipanaskan sehingga kapabel mempercepat pengerjaan homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS® semisal sanggup menghomogenkan sampai 10 L, dengan kecepatan benar-benar lambat hingga 1600 rpm dan bisa dipanaskan hingga 425oC.

3.Autoklaf (Autoclave)

Autoklaf yakni alat pemanas tertutup yang diterapkan untuk mensterilisasi suatu benda menerapkan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisme, tetapi meningkatkan suhu dalam autoklaf. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh microorganisme. Autoklaf terutamanya dialamatkan untuk membunuh endospora, yakni sel resisten yang diproduksi oleh kuman, sel ini tahan terhadap pemanasan, kekeringan, dan antibiotik. Pada spesies yang sama, endospora dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang dapat membunuh sel vegetatif kuman tersebut[1]. Endospora dapat dibunuh pada suhu 100 °C, yang merupakan titik didih air pada tekanan atmosfer normal. Pada temperatur 121 °C, endospora bisa dibunuh dalam waktu 4-5 menit, dimana sel vegetatif bakteri dapat dibunuh cuma dalam waktu 6-30 detik pada suhu 65 °C.Perhitungan waktu sterilisasi autoklaf diawali saat suhu di dalam autoklaf menempuh 121 °C. Jikalau obyek yang disterilisasi cukup tebal atau banyak, transfer panas pada komponen dalam autoklaf akan melambat, sehingga terjadi perpanjangan waktu pemanasan total untuk memastikan bahwa segala objek bersuhu 121 °C untuk waktu 10-15 menit. Perpanjangan waktu juga dibutuhkan ketika cairan dalam volume besar akan diautoklaf karena volume yang besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai temperatur sterilisasi. Daya autoklaf diuji dengan indicator biologi, umpamanya Bacillus stearothermophilus.

4.oven

Oven Berfungsi untuk sterilisasi kering. alat-alat yang disterilkan memakai oven antaralain peralatan gelas seperti cawan petri, tabung respon, dan sebagainya. serilisasi kerning dengan oven dikerjakan dengan sistem memanaskan dengan temperatur 180oC selama 1 jam.

5.Inkubator (Incubator)

Inkubator yakni alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada temperatur yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur temperatur dan pengatur waktu.

6.Penangas air (Water bath)

Penangas air besfungsi untuk menaruh media supaya (yang dipakai untuk analitik dengan teknik tuang / pure plate ) supaya media tetap dalam keadaan leleh/cair, bisanya temperatur diatur pada kisaran 40-45oC. Untuk menjaga air pada penangas air tak terkontaminasi mikro organisme karenanya perlu ditambahkan citric acid 0.3% dan potassium sorbat 0.1%.

7.PH Meter

PH meter berfungsi untuk mencek derajat keasaman / PH media, sebab derajat keasaman sangan berakibat terhadap pertumbuhan mikroba.

8.Timbangan komputerisasi / neraca digital

Neraca digital berfungsi untuk menimbang media dan juga sample atau contoh uji dikala preparasi.

9.Biological Safety Cabinet / Laminar Air Flow

Biological Safety Cabinet (BSC) atau bisa juga disebut Laminar Air Flow (LAF) yakni alat yang bermanfaat untuk bekerja secara aseptis karena BSC mempunyai pola penguasaan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasisinar UV beberapa jam sebelum digunakan.

10.Colony counter

Alat ini berguna untuk memudahkan perhitungan koloni yang tumbuh sesudah diinkubasi di dalam cawankarena adanya kaca pembesar. Kecuali itu alat hal yang demikian dilengkapi dengan skala/ kuadran yang betul-betul bermanfaat untuk pengamatan pertumbuhan koloni betul-betul banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri bisa ditandai dan dihitung otomatis yang bisa di-reset.

11.Mikroskop Sinar (Brightfield Microscope)

Salah satu alat untuk memperhatikan sel mikroorganisme merupakan mikroskop cahaya. Dengan mikroskop kita dapat melihat sel bakteri yang tak bisa diamati dengan mata telanjang. Pada lazimnya mata tidak mampu membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0,1 mm.

12.Mikroskop stereo (Zoom Stereo Microscope)

Mikroskop ini berfungsi untuk melihat objek yang membutuhkan perbesaran tak terlalu besar. Di Lab Mikrobiologi, mikroskop stereo umumnya dipakai untuk memperhatikan secara rinci bentuk koloni dan jamur.

Baca Artikel Terkait Tentang Biaya Uji Laboratorium Sucofindo

Mengetahui alat alat Laboratorium Mikrobiologi beserta Fungsinya

 


Sebalum kita berprofesi atau melaksanakan praktikum di lab mikrobiologi ada bagusnya kita terlebihdahulu mengenal alat alat Lab Mikrobiologi beserta fungsinya. sebagai seorang analis sungguh-sungguh penting mengenal perlengkapan apa saja yang akan kita butuhkan saat bekerja atau praktik di dalam Laboratorium. Misalakan saat kita sedang malakukan analisa (dengan mengacu pada suatu sistem tertentu) maka kita seharusnya mengenali alat apa saja yang kita perlukan supaya ketika mengerjakan analisis kita tak terhenti ditengah jalan sebab alat yang kita butuhkan tidak ada, sekiranya telah terjadi hal seperti itu kan sangat disayangkan sekali waktu dan kekuatan kita terbuang percuma.

Equipment

1.Ose / Jarum Inokulum (inoculating loop)

jarum inokulum berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru. Jarum inokulum lazimnya terbuat dari kawat nichrome atau platinum sehingga dapat berpijar seandainya terkena panas. Wujud ujung jarum dapat berbentuk lingkaran (loop) dan disebut ose atau inoculating loop/transfer loop, dan yang berbentuk lurus disebut inoculating needle/Transfer needle. Inoculating loop layak untuk melaksanakan streak di permukaan supaya, meskipun inoculating needle sesuai dipakai untuk inokulasi secara tikaman pada supaya tegak (stab inoculating.

2.Mikropipet (Micropippete) dan Tip

Mikropipet ialah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, umumnya kurang dari 1000 μl. Banyak opsi kapasitas dalam mikropipet, contohnya mikropipet yang dapat dikontrol volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1μl hingga 20 μl, atau mikropipet yang tak dapat dikontrol volumenya, hanya tersedia satu alternatif volume (fixed volume pipette) umpamanya mikropipet 5 μl. dalam penerapannya, mukropipet membutuhkan tip.

3.Tabung respons (Reaction Tube / Test Tube)

Di dalam mikrobiologi, tabung respon diterapkan untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba.Tabung respon bisa diisi media padat ataupun cair. Tutup tabung respon dapat berupa kapas, tutup metal, tutup plastik atau aluminium foil. Media padat yang dimasukkan ke tabung respon dapat dikuasai menjadi 2 wujud berdasarkan fungsinya, ialah media agar tegak (deep tube supaya) dan agar miring (slants supaya). Untuk membikin agar miring, perlu diamati seputar kemiringan media ialah luas permukaan yang kontak dengan udara tak terlalu sempit atau tak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut tabung sebab memperbesar resiko kontaminasi. Untuk alas an efisiensi, media yang ditambahkan berkisar 10-12 ml tiap tabung.

4.Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask)

Berfungsi untuk menampung larutan, bahan atau cairan yang. Labu Erlenmeyer bisa digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media, menampung akuades, kultivasi mikroba dalam kultur cair, dsb. Terdapat beberapa pilihan menurut volume cairan yang bisa ditampungnya yakni 25 ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml, 300 ml, 500 ml, 1000 ml, dan lain-lain.

5.Beaker Glass

Beaker glass yaitu alat yang memiliki banyak fungsi. Di dalam mikrobiologi, dapat diaplikasikan untuk preparasi media media, menampung akuades dan sebagainya.

6.Gelas ukur (Graduated Cylinder)

Bermanfaat untuk mengukur volume suatu cairan, seperti labu erlenmeyer, gelas ukur mempunyai beberapa alternatif menurut skala volumenya.

7.Cawan Petri (Petri Dish)

Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Medium bisa dituang ke cawan bagian bawah dan cawan komponen atas sebagai penutup. Cawan petri tersedia dalam beraneka jenis ukuran, diameter cawan yang biasa berdiameter 15 cm bisa menampung media sebanyak 15-20 ml, meski cawan berdiameter 9 cm kaprah-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml.

8.Batang L (L Rod)

Batang L bermanfaat untuk menyebarkan cairan di permukaan mediaagar supaya kuman yang tersuspensidalam cairan tersebut tersebar merata. Alat ini juga disebut spreader.

9.Tabung Durham (Durham Tube)

Tabung durham yaitu tabung yang mempunyai bentuk yang sama dengan tabung reaksi melainkan mempunyai ukuran yang lebih kecil dibanding tabung respons. Berfungsi untuk menampung hasil fermentasi mikroorganisme berupa gas. Dalam penggunaannya, karenanya tabung durham itu ditempatkan terbalik di dalam tabung tanggapan yang lebih besar dan tabung ini kemudian diisi dengan medium cair. Setelah seluruhnya disterilkan dan medium sudah dingin, maka dapat dijalankan inokulasi. Sekiranya kuman yang ditumbuhkan dalam media tersebut memang mewujudkan gas, karenanya gas akan menonjol sebagai gelembung pada dasar tabung durham.

10.Termometer (thermometer)

Termometer adalah batang kaca yang panjangnya 300 mm, diameter 6-7 mm berisi air raksa dan gas, serta dilengkapi dengan skala derajat Celcius. Berfungsi untuk menilai temperatur suatu larutan atau ruang inkubator. Prinsip kerjanya yaitu mengevaluasi temperatur cocok laju air raksa di dalam thermometer.

Apparatus

1.Pembakar Bunsen (Bunsen Burner)

Salah satu alat yang berfungsi untuk menjadikan keadaan yang steril yakni pembakar bunsen. Api yang menyala bisa membuat aliran udara sebab oksigen dikonsumsi dari bawah dan diharapkan kontaminan ikut terbakar dalam pola aliran udara tersebut. Untuk sterilisasi jarum ose atau yang lain, bagian api yang paling layak untuk memijarkannya yaitu bagian api yang berwarna biru (paling panas). Perubahan bunsen bisa menerapkan bahan bakar gas atau metanol.

2.Hot plate stirrer dan Stirre bar

Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat pelaksanaan homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS® misalnya cakap menghomogenkan hingga 10 L, dengan kecepatan betul-betul lambat hingga 1600 rpm dan bisa dipanaskan hingga 425oC.

3.Autoklaf (Autoclave)

Autoklaf ialah alat pemanas tertutup yang dipakai untuk mensterilisasi suatu benda mengaplikasikan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tak dialamatkan untuk membunuh mikroorganisme, namun meningkatkan temperatur dalam autoklaf. Temperatur yang tinggi inilah yang akan membunuh microorganisme. Autoklaf khususnya dimaksudkan untuk membunuh endospora, adalah sel resisten yang diproduksi oleh kuman, sel ini tahan kepada pemanasan, kekeringan, dan antibiotik. Pada spesies yang sama, endospora bisa bertahan pada situasi lingkungan yang bisa membunuh sel vegetatif bakteri hal yang demikian[1]. Endospora bisa dibunuh pada temperatur 100 °C, yang yaitu spot didih air pada tekanan atmosfer normal. Pada temperatur 121 °C, endospora dapat dibunuh dalam waktu 4-5 menit, dimana sel vegetatif kuman dapat dibunuh cuma dalam waktu 6-30 detik pada suhu 65 °C.Perhitungan waktu sterilisasi autoklaf dimulai dikala temperatur di dalam autoklaf mencapai 121 °C. Seandainya objek yang disterilisasi cukup tebal atau banyak, transfer panas pada bagian dalam autoklaf akan melambat, sehingga terjadi perpanjangan waktu pemanasan sempurna untuk memutuskan bahwa segala obyek bersuhu 121 °C untuk waktu 10-15 menit. Perpanjangan waktu juga diperlukan saat cairan dalam volume besar akan diautoklaf sebab volume yang besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai temperatur sterilisasi. Daya autoklaf diuji dengan indicator biologi, misalnya Bacillus stearothermophilus.

4.oven

Oven Berfungsi untuk sterilisasi kering. alat-alat yang disterilkan menggunakan oven antaralain kelengkapan gelas seperti cawan petri, tabung reaksi, dsb. serilisasi kerning dengan oven dilakukan dengan sistem memanaskan dengan temperatur 180oC selama 1 jam.

5.Inkubator (Incubator)

Inkubator yaitu alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu.

6.Penangas air (Water bath)

Penangas air besfungsi untuk menyimpan media supaya (yang dipakai untuk analisa dengan teknik tuang / pure plate ) agar media konsisten dalam situasi leleh/cair, bisanya temperatur dikuasai pada kisaran 40-45oC. Untuk menjaga air pada penangas air tidak terkontaminasi mikro organisme maka perlu ditambahkan citric acid 0.3% dan potassium sorbat 0.1%.

7.PH Meter

PH meter berfungsi untuk mencek derajat keasaman / PH media, karena derajat keasaman sangan berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroba.

8.Timbangan digital / neraca digital

Neraca komputerisasi berfungsi untuk menimbang media dan juga sample atau model uji ketika preparasi.

9.Biological Safety Cabinet / Laminar Air Flow

Biological Safety Cabinet (BSC) atau dapat juga disebut Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis karena BSC memiliki pola pengendalian dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasisinar UV beberapa jam sebelum diaplikasikan.

10.Colony counter

Alat ini berguna untuk memudahkan perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawankarena adanya kaca pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang amat berkhasiat untuk pengamatan pertumbuhan koloni betul-betul banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri bisa ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset.

11.Mikroskop Sinar (Brightfield Microscope)

Salah satu alat untuk mengamati sel mikroorganisme merupakan mikroskop cahaya. Dengan mikroskop kita bisa memperhatikan sel kuman yang tidak dapat dipandang dengan mata telanjang. Pada lazimnya mata tidak kapabel membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0,1 mm.

12.Mikroskop stereo (Zoom Stereo Microscope)

Mikroskop ini berfungsi untuk mengamati obyek yang membutuhkan perbesaran tidak terlalu besar. Di Laboratorium Mikrobiologi, mikroskop stereo lazimnya digunakan untuk memandang secara detail bentuk koloni dan jamur.

Baca Artikel Terkait Tentang Biaya Uji Laboratorium Sucofindo

Mengenal alat alat Lab Mikrobiologi beserta Fungsinya

 


Sebalum kita bekerja atau mengerjakan praktikum di lab mikrobiologi ada bagusnya kita terlebihdahulu mengenal alat alat Laboratorium Mikrobiologi beserta fungsinya. sebagai seorang analis betul-betul penting mengetahui kelengkapan apa saja yang akan kita butuhkan saat bekerja atau praktik di dalam Lab. Misalakan saat kita sedang malakukan analisis (dengan merujuk pada suatu cara tertentu) maka kita seharusnya mengenali alat apa saja yang kita perlukan supaya ketika melaksanakan analisis kita tak terhenti ditengah jalan karena alat yang kita butuhkan tidak ada, kalau telah terjadi hal seperti itu kan sungguh-sungguh disayangkan sekali waktu dan energi kita terbuang percuma.

Equipment

1.Ose / Jarum Inokulum (inoculating loop)

jarum inokulum berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru. Jarum inokulum umumnya terbuat dari kawat nichrome atau platinum sehingga bisa berpijar apabila terkena panas. Bentuk ujung jarum bisa berbentuk lingkaran (loop) dan disebut ose atau inoculating loop/transfer loop, dan yang berbentuk lurus disebut inoculating needle/Transfer needle. Inoculating loop layak untuk melaksanakan streak di permukaan supaya, meskipun inoculating needle cocok diterapkan untuk inokulasi secara tusukan pada agar tegak (stab inoculating.

2.Mikropipet (Micropippete) dan Tip

Mikropipet yakni alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, lazimnya kurang dari 1000 μl. Banyak alternatif kapasitas dalam mikropipet, contohnya mikropipet yang bisa dikuasai volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1μl sampai 20 μl, atau mikropipet yang tak dapat dikendalikan volumenya, cuma tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 μl. dalam penggunaannya, mukropipet memerlukan tip.

3.Tabung tanggapan (Reaction Tube / Test Tube)

Di dalam mikrobiologi, tabung reaksi diterapkan untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba.Tabung tanggapan bisa diisi media padat maupun cair. Tutup tabung respons bisa berupa kapas, tutup metal, tutup plastik atau alumunium foil. Media padat yang dimasukkan ke tabung respon dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya, adalah media agar tegak (deep tube supaya) dan agar miring (slants supaya). Untuk membikin agar miring, perlu dipandang tentang kemiringan media yaitu luas permukaan yang kontak dengan udara tidak terlalu sempit atau tak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut tabung sebab memperbesar resiko kontaminasi. Untuk alas an efisiensi, media yang ditambahkan berkisar 10-12 ml tiap tabung.

4.Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask)

Berfungsi untuk menampung larutan, bahan atau cairan yang. Labu Erlenmeyer dapat dipakai untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media, menampung akuades, kultivasi mikroba dalam tradisi cair, dan sebagainya. Terdapat sebagian opsi menurut volume cairan yang dapat ditampungnya yakni 25 ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml, 300 ml, 500 ml, 1000 ml, dan lain-lain.

5.Beaker Glass

Beaker glass yakni alat yang memiliki banyak fungsi. Di dalam mikrobiologi, bisa diterapkan untuk preparasi media media, menampung akuades dan sebagainya.

6.Gelas ukur (Graduated Cylinder)

Bermanfaat untuk menilai volume suatu cairan, seperti labu erlenmeyer, gelas ukur mempunyai beberapa opsi berdasarkan skala volumenya.

7.Cawan Petri (Petri Dish)

Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Medium dapat dituang ke cawan komponen bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Cawan petri tersedia dalam pelbagai variasi ukuran, diameter cawan yang biasa berdiameter 15 cm bisa menampung media sebanyak 15-20 ml, meski cawan berdiameter 9 cm kaprah-kaprah cukup diisi media sebanyak 10 ml.

8.Batang L (L Rod)

Batang L berguna untuk menyebarkan cairan di permukaan mediaagar supaya kuman yang tersuspensidalam cairan tersebut tersebar merata. Alat ini juga disebut spreader.

9.Tabung Durham (Durham Tube)

Tabung durham yaitu tabung yang memiliki wujud yang sama dengan tabung respon namun memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding tabung reaksi. Berfungsi untuk menampung hasil fermentasi mikroorganisme berupa gas. Dalam pengaplikasiannya, maka tabung durham itu ditempatkan terbalik di dalam tabung respon yang lebih besar dan tabung ini kemudian diisi dengan medium cair. Setelah seluruhnya disterilkan dan medium sudah dingin, maka bisa dikerjakan inokulasi. Kalau bakteri yang ditumbuhkan dalam media hal yang demikian memang menciptakan gas, maka gas akan nampak sebagai gelembung pada dasar tabung durham.

10.Termometer (thermometer)

Termometer yakni batang kaca yang panjangnya 300 mm, diameter 6-7 mm berisi air raksa dan gas, serta dilengkapi dengan skala derajat Celcius. Berfungsi untuk mengukur suhu suatu larutan atau ruang inkubator. Prinsip kerjanya yaitu mengevaluasi suhu sesuai laju air raksa di dalam thermometer.

Apparatus

1.Pembakar Bunsen (Bunsen Burner)

Salah satu alat yang berfungsi untuk mewujudkan situasi yang steril yakni pembakar bunsen. Api yang menyala dapat membuat aliran udara sebab oksigen dikonsumsi dari bawah dan diharapkan kontaminan turut terbakar dalam pola aliran udara hal yang demikian. Untuk sterilisasi jarum ose atau yang lain, komponen api yang paling layak untuk memijarkannya adalah komponen api yang berwarna biru (paling panas). Perubahan bunsen dapat memakai bahan bakar gas atau metanol.

2.Hot plate stirrer dan Stirre bar

Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini bisa dipanaskan sehingga kapabel mempercepat pengerjaan homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS® seumpama cakap menghomogenkan hingga 10 L, dengan kecepatan betul-betul lambat hingga 1600 rpm dan dapat dipanaskan sampai 425oC.

3.Autoklaf (Autoclave)

Autoklaf ialah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda memakai uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tak dialamatkan untuk membunuh mikroorganisme, tapi meningkatkan suhu dalam autoklaf. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh microorganisme. Autoklaf terutamanya dialamatkan untuk membunuh endospora, adalah sel resisten yang diproduksi oleh kuman, sel ini tahan kepada pemanasan, kekeringan, dan antibiotik. Pada spesies yang sama, endospora bisa bertahan pada situasi lingkungan yang bisa membunuh sel vegetatif kuman tersebut[1]. Endospora dapat dibunuh pada suhu 100 °C, yang ialah titik didih air pada tekanan atmosfer normal. Pada suhu 121 °C, endospora dapat dibunuh dalam waktu 4-5 menit, dimana sel vegetatif kuman bisa dibunuh hanya dalam waktu 6-30 detik pada temperatur 65 °C.Perhitungan waktu sterilisasi autoklaf diawali dikala temperatur di dalam autoklaf mencapai 121 °C. Sekiranya objek yang disterilisasi cukup tebal atau banyak, transfer panas pada bagian dalam autoklaf akan melambat, sehingga terjadi perpanjangan waktu pemanasan sempurna untuk menentukan bahwa seluruh objek bersuhu 121 °C untuk waktu 10-15 menit. Perpanjangan waktu juga dibutuhkan dikala cairan dalam volume besar akan diautoklaf karena volume yang besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menempuh suhu sterilisasi. Performa autoklaf diuji dengan indicator biologi, seumpama Bacillus stearothermophilus.

4.oven

Oven Berfungsi untuk sterilisasi kering. alat-alat yang disterilkan menggunakan oven antaralain perlengkapan gelas seperti cawan petri, tabung reaksi, dsb. serilisasi kerning dengan oven dilaksanakan dengan metode memanaskan dengan suhu 180oC selama 1 jam.

5.Inkubator (Incubator)

Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu.

6.Penangas air (Water bath)

Penangas air besfungsi untuk menyimpan media agar (yang diterapkan untuk analitik dengan teknik tuang / pure plate ) supaya media tetap dalam keadaan leleh/cair, bisanya suhu dikuasai pada kisaran 40-45oC. Untuk menjaga air pada penangas air tidak terkontaminasi mikro organisme maka perlu ditambahkan citric acid 0.3% dan potassium sorbat 0.1%.

7.PH Meter

PH meter berfungsi untuk mencek derajat keasaman / PH media, karena derajat keasaman sangan berimbas kepada pertumbuhan mikroba.

8.Timbangan digital / neraca digital

Neraca digital berfungsi untuk menimbang media dan juga sample atau figur uji dikala preparasi.

9.Biological Safety Cabinet / Laminar Air Flow

Biological Safety Cabinet (BSC) atau bisa juga disebut Laminar Air Flow (LAF) yaitu alat yang bermanfaat untuk bekerja secara aseptis karena BSC memiliki pola penguasaan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasisinar UV sebagian jam sebelum diaplikasikan.

10.Colony counter

Alat ini bermanfaat untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh sesudah diinkubasi di dalam cawankarena adanya kaca pembesar. Kecuali itu alat hal yang demikian dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sungguh-sungguh berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni amat banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang bisa di-reset.

11.Mikroskop Cahaya (Brightfield Microscope)

Salah satu alat untuk melihat sel mikroorganisme yakni mikroskop sinar. Dengan mikroskop kita dapat melihat sel bakteri yang tidak dapat dipandang dengan mata telanjang. Pada lazimnya mata tidak kapabel membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0,1 mm.

12.Mikroskop stereo (Zoom Stereo Microscope)

Mikroskop ini berfungsi untuk mengamati obyek yang membutuhkan perbesaran tak terlalu besar. Di Laboratorium Mikrobiologi, mikroskop stereo umumnya dipakai untuk memperhatikan secara terperinci format koloni dan jamur.

Baca Artikel Terkait Tentang Laboratorium Mikrobiologi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15